Posted by JJ Betul sekali boleh bermimpi tetapi torang pe mimpi harus torang jelaskan dan share secara detail dengan orang lain terutama kalau torang pe mimpi itu untuk kepentingan banyak orang bukan cuma untuk kepentingan sebagian orang (baca: pemkot) saja. Ini dulu....![]()
on November 14, 2006, 9:31 am, in reply to "HARUS BERANI namun TIDAK "POPO"..Re: Manado Pariwisata Dunia 2010, Mungkinkah?"
70.224.82.236
Veronika dan Fin'door,
Pertanyaan saya adalah: Apakah realistik dapat dicapai, dan sudah didukung oleh semua resources yang ada dan mempertimbangkan time constraintsnya? Soal sadiki ba popo, ndak apa-apa kalau popo sadiki asal di dukung oleh kualitas sumberdaya (alam dan manusia) yang ada untuk mendukung pemda pe "popo". Boleh ba "popo" asal sadiki realistik. Torang perlu pemimpin yang sadiki "popo" asal jangan terlalu popo. Kennedy juga agak "popo" waktu dia bermimpi mau ke bulan, tetapi dia tahu dia punya resources dan dengan waktu yang cukup dan realistik.
Selain itu bemana torang bisa ajak semua stakeholders berpartisipasi dan mendukung program kalau torang tidak tahu secara detail apa program yang akan dibuat untuk mencapai tujuan Manado Kota Pariwisata Dunia 2010? Sebagai contoh, apakah salah satu programnya adalah untuk mengambil alih authority pengelolaan Taman Nasional Bunaken dari Pemerintah Pusat dan Badan Pengelola. Ini khan namanya "popo" atau berani tapi menunjukkan apakah kualitasnya ada/cukup atau tidak? Bukankah sebaiknya Pemkot bekerjaama dengan Badan Pengelola dan Pemerintah Pusat supaya Bunaken lebih baik dan jadi aset nasional yang mendukung pariwisata Manado? Dengan demikian sumberdaya kota yang ada diarahkan untuk mengerjakan hal lain untuk memperbaiki dan menyiapkan kota menjadi pariwisata dunia, dan tidak terbuang percuma untuk "berkelahi" ambil alih hal yang bukan "hak"-nya.
Apakah ini salah satu indikator untuk menjadikan kota Manado sebagai Lokasi Pariwisata Dunia, dengan sukses mengambil alih pengelolaan TN Bunaken? Apakah dengan mengambil alih pengelolaan bisa menjamin Bunaken lebih baik atau malah sebaliknya? Contoh di atas hanya merupakan satu contoh kita menilai atau mengukur apakah Manado mampu mencapai keinginan dan mimpinya jika yang dikerjakan cuma hal-hal yang seperti ini?
Stakeholders (masyarakat, pihak swasta, lembaga pendidikan, dll) harus tahu program secara detail seperti pembangunan apa yang akan dibuat (misalnya penataan kota dan PKL), kebijakan apa yang akan ditetapkan (misalnya: dilarang buang sampah), program aksi apa yang akan dilaksanakan (pendidikan masyarakat), kebersihan lingkungan, kawasan tujuan wisata yang akan dibangun (apakah pembanguna Ruko, reklamasi pantai, boulevard II sebagai bagian dari mencapai tujuan itu). Hal-hal ini perlu diketahui dan disosialisasikan kepada stakeholers sehingga torang bisa berpartisipasi dan memonitor apakah torang semua on track untuk mencapai tujuan itu ataukah sudah off track.
Dan masih banyak lagi.
Satu hal penting adalah apakah semua kalangan di Manado (Instansi pemerintah daerah, masyarakat dan stakeholders) dan program-programnya sudah dikoordinasikan dan diintegrasikan untuk mencapai tujuan di atas atau belum? Kalau mimpi itu tidak dilakukan secara bersama dan terpadu maka mustahil untuk menjadikan Manado Kota Pariwisata Dunia 2010. Malahan untuk jadikan Kota Pariwisata Indonesia Timur saja ndak akan menjadi kenyataan kalau tugas ini hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata atau Pemkot saja.
Kalau semua sudah dipadukan dan semua tenaga dan daya diarahkan untuk itu, maka mungkin saja mimpi ini tercapai.

