Posted by JJ
![]()
on November 20, 2006, 11:50 am, in reply to "Emergency: CoT's Outbreaks di Bunakem"
67.38.138.130
Hasil penelitian pakar Indonesia-Jepang
Terumbu Karang Bunaken Terancam Runtuh
BINATANG pemakan coral (Achantaster plancii) atau biasa disebut masyarakat pe-sisir dengan pumparade, po-pulasinya terus meningkat di kawasan Terumbu Taman Na-sional Bunaken. Ini mengan-cam eksistensi terumbu ka-rang di TN Bunaken, yang sua-tu saat bisa ambruk dan run-tuh. Demikian hasil penelitian Pahlano Daud MSc dari Coas-tal Marine Ecotourism Politek-nik Negeri Manado, bekerja-sama dengan Prof M Tokeshi, Dr S Arakaki dan M Yokoo MSc dari Kyushu University Japan.
Dijelaskan Daud, dalam penelitian tersebut ditemukan distribusi berlebihan pada rataan terumbu karang TN Bunaken sekitar kedalaman 3 – 10. Dalam areal 1 hektar saja (normal di alam 1-2 indi-vidu/10 ha) telah ditemukan rata-rata 25 individu pumparade di Pulau Bu-naken, Manado Tua dan Siladen.
Populasi tertinggi ditemukan di Pulau Bunaken Bagian Utara, yang mencapai 81 ind/hektar areal terumbu karang.
“Distribusi pumparade ini juga terlihat di terumbu ka-rang Pulau Siladen dan Mana-do Tua walau tidak sebanyak yang terdapat di Pulau Buna-ken. Pulau Bunaken bagian Selatan juga masih tergolong tinggi dengan rata-rata 31 ind/ha, walaupun tahun lalu ada kegiatan pembersihan. Di Point dive Tawara sebelah ka-nan yang masuk dalam Zona Inti (khusus penelitian) juga ditemukan rata-rata 21 ind/hektar,” bebernya.
Menurut beberapa pendu-duk setempat, hewan ini me-mang telah terlihat melimpah di perairan Bunaken.
Hal ini juga sering dikeluh-kan para turis dan secara langsung akan dapat ber-dampak buruk bagi dunia pa-riwisata Sulut. Apalagi yang diharapkan dari usaha pari-wisata jika Bunaken rusak dan punah.
Prof M Tokeshi yang selalu mengadakan kunjungan pe-nelitian kerjasama setiap ta-hunnya sejak tahun 1999 de-ngan Politeknik Negeri Ma-nado dan Unsrat mengata-kan, sejak 4 tahun lalu kecen-derungan populasi hewan pe-makan karang ini telah me-ningkat di kawasan TN Buna-ken.
“Crown-of-thorns starfish atau bintang laut berduri merupakan hewan pemangsa karang yang ganas. Beberapa ratus ekor bintang laut ini dapat mematikan berhektar-hektar terumbu koral dalam kurun waktu yang cepat,” ka-ta Tokeshi.
Hewan ini ‘outbreak’ popula-sinya dalam kepadatan yang tinggi dapat dipicu oleh eutro-fikasi perairan yang masuk dari daratan, lewat sampah atau air buangan ke sungai-sungai dan rembesan dalam tanah (air kotor/toilet) me-nuju laut sehingga mendu-kung proses daur hidupnya di alam. Dicurigai selain eutro-fikasi sampah dari Manado, pemukiman termasuk cot-tage-cottage dan aktivitas ma-nusia (paling banyak di pantai Liang-Bunaken bagian Se-latan) saat ini berada mele-wati daya dukung alam.
Daud menambahkan, sebe-narnya Achantaster plancii ini cenderung memakan coral branching (bercabang) seperti Acropora sp, namun saat ini hewan ini telah berpindah me-mangsa coral massif seperti Goniastrea sp, Astreopora sp, Montipora sp, Symphyllia sp, Favia sp dan Porites sp.
“Kerusakan terumbu koral yang disebabkan oleh me-ningkatnya populasi hewan ini tentunya perlu mendapat perhatian dan penanganan yang serius oleh pemerintah dan para ‘stakeholders’ ter-utama para diving-diving centre dan masyarakat yang bergantung usahanya pada terumbu karang Bunaken agar ancaman runtuhnya te-rumbu karang Bunaken da-pat dicegah sedini mungkin,” pungkasnya.(ran)



Message Thread:
![]()
« Back to thread