Posted by Berty Kalau Ethanol bisa dipandang sebagai solusi (walaupun mungkin belum yang terbaik) kenapa sich pemerintah ndak gencar mengkampanyekannya ke masyarakat? Agak ironis memang, kampanye perang terhadap Cap Tikus sebagai miras digemakan tetapi alternatif untuk mereka yang memanfaatkan produk pohon seho itu ndak kedengaran. Masih soal harga! sebenarnya apa sich motivasi dibalik menajdikan Cap tikus sebagai musuh yang harus diberantas? karena merusak ahlak ? karena menumbulkan potensi ganguan kamtibmas? Apa bedanya dengan MIRAS yang dijual resmi di toko. di bar dan di restoran??? Apakah ada beda piso ditangan orang yang mabuk karena bir, wisky, anggur dll dan orang yang mabuk karena cap tikus??? Orang mabuk sama saja : bataria ukur tobat dan bunuh orang ukur mau. Atau ada persoalan ekonomi di balik itu ? Persoalan ekonomi itu adalah bahwa Cap Tikus, alkohol tingka tinggi tapi beredar secara bebas, tidak mendatang kontribusi bagi pemerintah, karena tidak kena pajak. seandainya ada mekanisme pajak yang jelas, dan masyrakat kita sadar hukum dan sadar pajak, mungkin tidak ada yang namanya perang terhadap cap tikus sebagai miras. Karena itu Cap tikus menjadi barang ilegal, diperjual-belikan secara ilegal dan menjadi target operasi demi prestasi aparat keamanan. Di Italy juga ada minuman mirip Cap Tikus yakni "Grapa" hasil penyulingan dari anggur. Kalau yang disebut hasil penyulingan sebagai alkohol yang tadak layak diminum, punya daya rusak tubuh; kenapa sich di Italia dijual bebas grapa-grapa itu? Masalahnya adalah pajak tinggi yang dikenakan bagi produsen yang membuat produk itu harganya mahal. Produk itu dilicensie, dilindungi hukum yang jelas.Apakah ahli-ahli Itali kalah pinter dari ahli-ahli di Indonesia yang bisa menyimpulkan bahwa alkohol hasil penyulingan itu berbahaya? Soal mabuk ! Kayaknya kita begitu gampang mengkambinghitamkan Cap Tikus sebagai penyebab keonaran dalam masyarakat dan karena itu diperangi. Saya bukannya bermaksud membela eksistensi Cap tikus dalam formatnya sekarang. Menurut saya ada banyak persoalan dibalik cap tikus yang menstinya dicermati satu persatu agar kita bisa mencari solusi pemecahannya secara tepat. Bagitu dulu.
![]()
on December 22, 2006, 4:13:24, in reply to "dilematis captikus sebagai miras - flexfuil (bahan bakar ethanol) sebagai jawaban"
217.133.17.86
memang bagus mencari dan mengembangkan alternatif pemanfaatan Cap Tikus, yang bisa menyodorkan keuntungan ekonomis dan mengurangi efek negatifnya dalam masyarakat.
Mo jual Rp 5.000 : sebagai bahan bakar untuk kendaraan ? Siapa yang mo beli itu kalua bensin harganya 4.500 ?
Petani mo jual 5.000 untuk dijadikan Ethanol ? Siapa yang mo kase itu kalu konsumen ambil di rumah dengan harga 7.500 ????
Ah, itu cuma soal harga yang tidak kita mengerti.
sejak saya tiba di Itali sudah diingatkan kalau malam hari jangan jalang sembarangan menyusuri jalan yang tak jauh dari rumah kami, apalagi diakhir pekan. Di atas jam 12 malam pemandangan so monoton: orang jalan miring kiri-miring kana bahkan so talapas di pinggir jalan. Pagi-pagi ambulans sibuk angka orang-orang yang tak karu-karuan itu. Pagi-pagi di lorong itu punung dengan botol bir, wiski, grapa , lemoncelo yang so pica-pica. Apa bedanya dengan di Manado? 

