Posted by mr_maramis Pada asasnya sebuah sel bahan bakar (fuel cell) adalah sebuah baterai ukuran besar. Prinsip kerja sel ini berlandaskan reaksi kimia, bahwa pada penggabungan hydrogen dan oksigen, terjadi air dan energi. Dalam hal ini, energi listrik. Atau: 2H2 + O2 -- 2H2O + Energi Listrik Berbagai proyek uji coba dan pembiayaan-pembiayaan yang makin besar untuk investasi membuktikan bahwa teknologi sel bahan bakar memiliki prospek yang baik. Menurut terbanyak perkiraan, menjelang akhir decade pertama abad ke-21 ini, sel bahan bakar akan dapat mencapai suatu taraf kematangan teknik maupun ekonomis yang sudah memadai. Sel Bahan Bakar Pada Kendaraan Bermotor RISET dan pengembangan mobil, yang pada awalnya hanya dipusatkan untuk memenuhi tuntutan pengemudi akan mobil cepat dan nyaman, kini juga mulai dipusatkan kepada bagaimana membuat mobil yang sesedikit mungkin mengonsumsi BBM dan mencemari lingkungan. Hasilnya adalah mobil-mobil hibrida yang menggabungkan mesin yang menggunakan BBM atau mesin pembakaran dalam (internal combustion) dengan mesin listrik. Dengan menggabungkan kedua jenis mesin itu, tingkat pencemaran yang ditimbulkan dapat dikurangi. Bukan itu saja, akhir-akhir ini riset dan pengembangan mobil itu juga mulai memikirkan mobil yang sama sekali tak menggunakan BBM, dan sama sekali tak mencemari udara. Itu sebabnya, kini mobil-mobil fuel cell mulai ramai bermunculan. Antara lain Toyota FCHV yang bisa mencapai kecepatan maksimum 155 kilometer per jam dan jelajah maksimumnya 300 kilometer, Honda FCX kecepatan maksimum 150 kilometer per jam dan jelajah maksimum 355 kilometer, Nissan X-Trail FCV kecepatan maksimum 125 kilometer per jam dan jelajah maksimum 200 kilometer, General Motors HydroGen 3 kecepatan maksimum 160 kilometer per jam dan jelajah maksimum 400 kilometer, serta DaimlerChrysler F-Cell kecepatan maksimum 140 kilometer per jam dan jelajah maksimum 150 kilometer. Ide membuat mobil listrik untuk menggantikan mobil yang menggunakan BBM sesungguhnya sudah dipikirkan sejak lama, bahkan beberapa telah memasuki tahapan uji coba. Namun, keterbatasannya dalam penyediaan tenaga listriknya membuat perkembangan menuju ke pembuatan mobil listrik tersendat. Sebab, selama ini mobil listrik mendapatkan tenaga listrik dari baterai (aki) yang waktu pakainya sangat terbatas dan waktu untuk pengisiannya kembali juga sangat lama. Dengan munculnya teknologi fuel cell, kekurangan tersebut bisa diatasi. Akan tetapi, fuel cell pun tidak bisa serta-merta menggantikan mobil yang menggunakan BBM. Hal ini dilakukan mengingat diperlukan tabung penyimpanan khusus untuk membawa hidrogen di dalam mobil dan untuk mengisi hidrogen ke dalam tabung penyimpanan khusus itu pun memerlukan stasiun pengisian hidrogen di mana-mana, seperti stasiun pengisian bahan bakar untuk Umum. Untuk itu, diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kerepotan itu memunculkan pemikiran pada beberapa kalangan untuk mengekstrak hidrogen langsung di atas mobil dan menyalurkannya ke unit fuell cell, mengingat hidrogen bisa diekstrak dari bahan bakar minyak, metanol/ethanol, dan beberapa bahan bakar hidrokarbon lainnya. (James Luhulima http://www.kompas.com/kompas-cetak/1445502.htm). Sebuah proses untuk membuat hidrogen dari ethanol, dapat menjadi sumber energi masa depan ekonomis dan bersahabat dengan alam. Perkembangan tersebut dapat membuat kendaraan-kendaraan yang menggunakan hidrogen menjadi lebih realistik. sebuah unit kecil di dalam mobil dapat menarik hidrogen keluar dari ethanol untuk mengoperasikan fuel cell. Persoalannya adalah proses pembuatan hidrogen bisa sangat mahal dan bahkan beberapa metode pembuatan hidrogen menghasilkan efek rumah kaca sebanyak yang dihasilkan oleh bahan bakar minyak. Itu sebabnya, menghasilkan hidrogen dari biomass dan bio-oil dianggap sebagai hal yang realistik. Dan, proses pengambilan hidrogen dari ethanol dapat dilakukan secara statik di laboratorium atau dalam suatu unit kecil di dalam kendaraan yang menggunakan penggerak fuel cell. Dapat dikatakan bahwa ethanol adalah bahan yang paling ekonomis untuk diekstrak hidrogen nya.![]()
on December 24, 2006, 21:08:19, in reply to "catatan lengkap: POHON SEHO/AREN SUMBER ETHANOL TERMURAH SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN "
222.124.37.23
PRODUKSI MASSAL ETHANOL SEHO MENUJU SEL BAHAN BAKAR (FUEL CELL) HYDROGEN.
jumlah mobil yang lalu lalang di jalan di seluruh dunia setiap harinya lebih dari 650 juta unit. Dengan kehadiran mobil sebanyak itu di jalan setiap harinya, tentunya menimbulkan persoalan yang tidak kecil terhadap dunia yang kita huni ini, terutama jika dikaitkan dengan jumlah cadangan bahan bakar minyak (BBM) dan tingkat pencemaran udara yang diakibatkan oleh emisi (gas sisa pembakaran) yang dikeluarkan mesin mobil).
Mobil fuel cell pada prinsipnya adalah mobil bermesin listrik yang mendapatkan tenaga listrik dari fuel cell. Fuel cell menggabungkan hidrogen (yang dibawa dalam tabung) dengan oksigen (yang diambil langsung dari udara) lewat rangkaian proses kimia sehingga menghasilkan tenaga listrik. Sisa dari proses kimia itu hanyalah air dan panas, yang sepenuhnya bebas pencemaran. Sisa proses kimia itu bebas karbondioksida (CO>subscript<2>res<>res<), bebas nitro oksida(NO>subscriptres<>res<), dan sulfur oksida (SO>subscriptres< >res<).


