Posted by mr_maramis data Biro Pusat Statistik lahan kritis yang ada di Indonesia sekitar 13 juta hektar Dengan pencapaian kematangan teknis dan kematangan komersersial ethanol sebagai pengganti bahan bakar fosil serta pohon seho sebagai sumber ethanol termurah karena panennya sudah dalam bentuk cairan yang berada di ketinggian tanpa perawatan yang secara alamiah dapat memangkas biaya perawatan, panen, pengolahan paskah panen, serta pemangkasan biaya tranportasi dengan mengandalkan grafitasi, maka dapat mulai mengembangkan penanaman enau secara besar-besaran. Penghasilan Pohon Seho Per Ha Singkong: Sawit![]()
on December 24, 2006, 21:18:43, in reply to "Re: catatan lengkap: POHON SEHO/AREN SUMBER ETHANOL TERMURAH SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN "
222.124.37.23
BUDIDAYA MASSAL POHON SEHO/AREN
Untuk menghasilkan ethanol sepataran dengan 1 juta barel BBM, dengan intensitas khusus hanya cukup dengan areal 100.000 HA (10 km x 100 km), dengan jarak tanam 5 x 5 berjenjang setiap 2 tahun (4 kali), 1 HA sama dengan 4 kali 400 pohon seho, sama dengan 160 juta pohon, dengan perhitungan minimum 1 liter ethanol per pohon per hari, maka produksinya menjadi 160 juta liter, sama dengan lebih 1juta barel per hari (1 barel = 153 liter), untuk jenis pohon seho minahasa per hari nya dapat di sadap 20 liter sampai dengan 45 liter per hari, kadar hidrat karbon 11,28 % (dahlan), 15,13% (miller), maka produksi ethanol per pohon per hari adalah 2 liter sampai 4 liter.
Apabila setiap rayat Indonesia yang 200 juta jiwa, setiap orang menanam 25 pohon, sama dengan 5 milyar pohon, dengan jenis unggul Minahasa pohon seho, dapat produksi sampai dengan 10 milyar liter per hari, itu sama dengan 63 juta barel per hari atau lebih kurang sama dengan produksi minyak bumi dunia.
Bila setiap mobil mengkonsumsi rata-rata 10 liter sampai dengan 15 liter ethanol per hari maka produksi diatas dapat memenuhi kebutuhan 650 juta unit mobil yang lalu lalang di jalan setiap hari nya.
Penanaman dengan jarak 5m x 5m (populasi 400 pohon) berjenjang setiap 2 tahun, sampai 4 kali atau populasi 1600 pohon. Pada tahun ke 8 akan menghasilkan 800 liter etahano perhari (setiap pohon seho menghasilkan 2 liter ethanol). Jika harga jual di patok dengan asumsi Rp 5000 (dibawah harga petramax) ongkos produksi Rp 1000, biaya distribusi Rp 1000, angsuran investasi dll Rp 1000 (pohon seho tidak membutuhkan biaya perawatan, tidak perlu pemupukan dan tidak perlu peberantasan hama), maka keuntungan per liter Rp 2000. Maka pada tahun ke 8, setiap Ha akan memberikan penghasilan Rp 800.000,- per hari atau Rp 288.000.000 per Ha per tahun, pada tahun ke 10 setiap Ha memberi penghasilan bersih Rp 1.600.000 per Ha per hari, atau Rp 576.000.000 per Ha per tahun. Pada tahun ke 12 setiap Ha penghasilan Rp 2.400.000 per hari atau Rp 864.000.000 per tahun. Pada tahun ke 14, penghasilan per Ha Rp 3.200.000 atau Rp 1.152.000.000 per tahun, pohon seho memiliki masa panen 10 s/d 15 tahun, tetapi dengan penanaman berjenjang maka pada tahun ke 8 tidak perlu melakukan penanaman kembali tapi akan tumbuh secara alamia dari buah yang jatuh, yang perlu dilakukan tinggal mengendalikan jumlah dan jarak tumbuh, dengan kondisi demikian maka setelah 4 kali tanam penghasilannya menjadi seumur hidup.
Setiap liter alkohol, dihasilkan dari 6,5 kilogram singkong Artinya, butuh 2 juta ton singkong dari lahan seluas 100.000 hektare, 20ton per hektar. kapasitas 60.000 liter per hari biaya produksinya Rp 2.400, lebih rendah dibandingkan dengan bensin yang berkisar Rp 2.600. Setiap liter alkohol, dihasilkan dari 6,5 kilogram singkong. Artinya, butuh 2 juta ton singkong dari lahan seluas 100.000 hektare. satu hektar tanaman singkong dapat menghasilkan 4,7 kiloliter bioetanol. Hasil panen 5 Januari 2004 dari cultivar ‘Aldira Plus’ menghasilkan produktivitas rata-rata sebesar 20.7 Kg. per pohon, dimana hasil terbesar per pohon asalah 27 Kg umbi. (lihat foto terlampir). Usia panen adalah 12 bulan dan jumlah po-hon yang ditanam adalah 277 batang, dengan jarak tanam 1.5m x 1.0m. Produk-tivitas ini setara dengan 120 Ton / Ha. Lampung rata-rata saat ini = 12.4 ton per Ha. Ke-Ekonomian
Dari eksperimen ini didapat perhitungan indikator keekonomian yang sangat menarik ( dari catatan biaya yang dikeluarkan dan hasil penjualan ke pabrik tapioca)
Hasilnya sebagai berikut : Investasi per Ha. = Rp. 12.7 juta, siklus proyek = 3.6 tahun ( 3 x panen). IRR = 68% ; ROI = 35%; dan ROA = 85%
Pendapatan petani diproyeksikan = Rp. 7 juta / tahun, (tidak memiliki lahan) Jika petani memiliki lahan 1 ha. maka pendapatannya = Rp. 11.5 juta /tahun.
Harga singkong yang didapat diproyeksikan berada sekitar Rp. 70/Kg dengan pendapatan rata-rata petani = Rp. 7.9 juta. (Lampung rata-rata Petani penghasilannya dibawah Rp. 7 juta.
suplai dari se
Jarak
Pertamina akan membeli tanaman jarak masyarakat dengan harga Rp 400-500 per kilogram, Untuk satu liter solar, kita butuh 2,5 kg buah jarak, tanaman jarak sudah bisa diproduksi pada usia tanam satu tahun. Menurut data yang dikeluarkan PT Rekayasa Industri, tiga juta hektare lahan kritis yang ditanami pohon jenis jarak pagar bisa menghasilkan sebanyak 92 ribu barel solar per hari dengan biaya sekitar Rp 3,7 triliun. Solar biodiesel tersebut nantinya dijual dengan harga Rp.2.000-Rp.2.500 per liter. Dengan kata lain, penghematan devisa negara yang bisa dicapai adalah Rp 52,4 miliar per hari dan investasi akan kembali dalam jangka waktu enam tahun. "Indonesia mempunyai 13 juta hektare (ha) lahan kritis. Kalau tiga juta ha saja bisa ditanami, saya sudah bersyukur karena dengan tiga juta ha lahan itu kita bisa berhemat sebanyak 100 ribu barel impor minyak per hari," tandas Widya. (c63) Sumber : Investor Daily (19/8/05).
Penanaman dengan jarak tanam 2.0 m x 3.0 m (populasi 1600 pohon/ha), 2.0 m x 2.0 m (populasi 2500 pohon/ha) atau 1.5 m x 2.0 m (populasi 3300 pohon/ha). Dengan tingkat populasi tanaman antara 2500 – 3300 pohon / ha, maka tingkat produktivitas antara 8 – 15 ton biji / ha. Jika rendemen minyak sebesar 35 % maka setiap ha lahan dapat diperoleh 2.5 – 5 ton minyak / ha / tahun. 10.000 hektare lahan di Jawa selama lima tahun mulai 2006. Lahan seluas itu dapat menghasilkan 50.000 ton biji jarak pertahun, yang setara dengan 20.000 ton minyak jarak. Menurut Direktur Pengembangan Sumberdaya Energi Kedeputian Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Unggul Priyanto, kekentalan minyak jarak murni hasil pengepresan adalah sekitar 40 cp. Sedangkan kekentalan minyak solar yang banyak dijual di SPBU adalah sekitar 2-8 cp. agar minyak jarak aman digunakan sepenuhnya di kendaraan bermesin diesel, caranya adalah dengan menambahkan sebuah alat yang mampu memanaskan minyak tersebut. � Ini perlu agar tingkat kekentalan minyak jarak yang masuk kemesin berkurang sehingga mencapai angka yang setara dengan kekentalan solar. kendaraan perlu dilengkapi sebuah alat yang disebut converter. Dengan tingkat pemanasan yang mencapai 70 derajat celcius, kekentalan minyak jarak dapat diturunkan hingga 90% lebih, yaitu mencapai angka 8-10 cp. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat pemanasannya, semakin turun juga tingkat kekentalan minyak nabati tersebut. Berdasarkan perhitungannya, lahan seluas tiga juta hektar misalnya dapat menghasilkan rata-rata 7,5 miliar biji jarak yang dapat diolah menjadi 92.000 barrel minyak jarak per hari. Produksi ini ekivalen dengan 20 persen kebutuhan minyak diesel nasional: 460.000 barrel per hari. pabrik biodiesel dengan kapasitas 1000 liter/hari dimana perkebunan jarak pagar yang dibutuhkan bagi pelaksanaannya adalah seluas 200 sampai 250 hektar. Selanjutnya adalah skala menengah yakni pabrik biodiesel dengan kapasitas 15 m3/hari dimana perkebunan jarak pagar yang dibutuhkan seluas 4.250 hektar. Dan skala besar yakni pabrik biodiesel dengan kapasitas 100.000 ton/tahun dimana perkebunan jarak pagar yang dibutuhkan seluas 98.000 hektar.
Perbedaan antara biodiesel dan petrodiesel terutama pada komposisinya. Biodiesel terdiri dari metil ester asam lemak nabati, sedangkan solar dari hidrokarbon.
Penutup
Dengan mencapai kematangan teknik dan kematangan komersial ethanol sebagai bahan bakar biomas pengganti BBM, serta boleh disimpulkan telah tercapai kematangan teknik sel bahan bakar (fuel cell) dengan hidrogen yang diekstrak dari ethanol, boleh dikatakan sebagai kemajuan yang memungkinkan kita menjadi terdepan karena luasnya daratan tropis yang menjadi lahan paling edial untuk tumbuh suburnya pohon seho. Namun kesemuanya yang tersebut diatas menjadi tida ada artinya apabilah tidak tersedianya pohon seho/aren untuk disadap air niranya menjadi ethanol. Jadi langkah saat ini untuk menjadi terdepan dalam hal energi biomas baik ethanol maupun hidrogen adalah tanam pohon seho saat ini.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) didukung perwakilan industri dan LSM, beberapa waktu yang lalu meluncurkan program Ethanol Across America -- sebuah program nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ethanol, satu-satunya bahan bakar yang dapat diperbaharuai. Pesan yang ingin disampaikan adalah AS perlu melakukan sesuatu untuk mengurangi ketergantungannya pada pasokan bahan bakar asing dan pada saat bersamaan memperkuat perekonomian di negeri itu.
Sosialisasi program Ethanol Across America akan memanfaatkan aneka metoda edukasi, termasuk konferensi dan workshop, brosur dan kursus-kursus di sekolah. Dengan demikian, masyarakat tidak saja mengetahui kabar terbaru mengetahui bahan bakar ethanol, tetapi juga memahami cara kerja ethanol untuk menjalankan sebuah mobil.
Bagaimana dengan pemerintah kita………..?


