Posted by h on December 11, 2008, 4:21:39, in reply to "Test"
71.110.201.14
Rabu, 10/12/2008 20:20 WIB
Distribusi BBM Subsidi Impas Jika Harga Minyak US$ 85/barel
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Foto: dok detikFinance Jakarta - Harga minyak yang terus turun jauh di bawah US$ 85 per barel membuat Pertamina merugi dalam bisnis distribusi BBM bersubsidi. Harga US$ 85 per barel merupakan batas minimal keuntungan distribusi BBM subsidi dengan alpha 8%.
Demikian disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Menurut Said Didu, dengan alpha saat ini yang sebesar 13,5%, Pertamina sebenarnya sudah merugi dengan harga minyak yang kini berada di kisaran US$ 45 per barel. Apalagi alpha ini akan diturunkan pada tahun depan menjadi 8%.
"Pertamina bakal rugi, kalau alpha 8% maka BEP-nya di harga US$ 85 per barel. Saat ini harga US$ 43 per barel, sudah pasti rugi walaupun alpha tidak diturunkan," katanya.
Alpha merupakan margin bagi distributor BBM subsidi yang untuk menutupi ongkos kirim, penyimpanan dan keuntungan perusahaan. Alpha dipatok dengan besaran tertentu berdasarkan harga minyak di pasaran yang mengacu pada MOPS (Mid Oil Platts Singapore).
Dengan begitu, ketika harga minyak sedang tinggi maka alpha yang diterima pun ikut naik. Namun ketika harga minyak turun, maka alpha yang diterima pun ikut berkurang.
"Alpha itu kan persen terhadap harga minyak. Di dalamnya ada komponen biaya distribusi, margin spbu 2,5% itu tidak turun. Biaya kehilangan atau menguap dan ada juga biaya stok," katanya.


Message Thread:
![]()
« Back to thread